Tugas Softkill ke 3.
Komunikasi dalam organisasi
1.
Definisi
Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin
yaitu "Communis" atau "common" dalam bahasa Inggris yang
berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha mencapai kesamaan makna
"commonness", atau dengan ungkapan lain melalui informasi kita
mencoba untuk berbadi Informasi , gagasan atau sifat dengan partisipan lain.
Kendala utama dalam berkomunikasi adalah sering kali kita mempunyai makna yang
berbeda terhadap lambang yang sama.
Komunikasi adalah salah satu cara
manusia berhubungan yang melibatkan pengertian atau maksud, dengan syarat
mereka perlu setuju dengan definisi istilah-istilah yang digunakan berdasarkan
sesuatu yang simbolik seperti isyarat,huruf,nomor dan perkataan yang
melambangkan ide-ide yang dapat menyampaikan maksud.
2.
Unsur-unsur
Komunikasi
Unsur-unsur komunikasi
dalam organisasi
Ada 5 unsur yang
terkandung dalam komunikasi:
o
Komunikator (communicator) yaitu memberi berita,dalam hal ini
adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
o
Menyampaikan Informasi atau berita, dalam hal ini dapat
dilakukan dengan cara mengatakan,mengirim ataupun menyiarkan.
o
Berita-berita ( Message ) yang disampaikan dapat dalam bentuk
perintah,laporan atau saran.
o
Komunikan (communicate) yaitu orang yang dituju, pihak
penjawab atau para pengunjung yang menerima informasi atau berita. Reaksi
atau tanggapan (respon) yaitu dalam bentuk tanggapan atau reaksi.
o Kelima unsur komunikasi
tersebut merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti apabila salah satu
unsur tidak ada maka komunikasi tidak akan terjadi.
Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan saling ketergantungan. Dan keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.
Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan saling ketergantungan. Dan keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.
3.
Bagaimana
menyalurkan ide melalui komunikasi
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik
badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.
Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.
Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.
4.
Hambatan-hambatan komunikasi
1.
Hambatan
Teknis
Keterbatasan fasilitas
dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi semakin berkurang dengan adanya
temuan baru dibidang kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi. Sehingga
saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media komunikasi.
Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya Personnel Management , 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi:
Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya Personnel Management , 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi:
o Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas
o Kurangnya informasi atau penjelasan.
o Kurangnya keterampilan membaca.
o Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat.
2.
Hambatan
Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses
penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik sebagai studi
atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses
pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikan dan komunikator), tapi
seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan
dengan apa yang di simbolkannya dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan
sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini,
seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan
karakteristik komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya terhadap kata-kata
yang dipakai.
3.
Hambatan
Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka
pribadi, presepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan
panca indera manusia,dll.
Menurut Chruden dan Sherman:
Menurut Chruden dan Sherman:
o Hambatan yang berasal dari perbedaan individual
manusia yaitu perbedaan umur, perbedaan presepsi,perbedaan keadaan emosi,
perbedaan status, keterampilan mendengarkan, penyaringan dan pencairan
informasi.
o Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis
dalam organisasi yaitu Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan
perilaku staff dan efektifitas komunikasi organisasi.
o Klasifikasi komunikasi dalam organisasi
Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan diantaranya adalan sebagai berikut:
Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan diantaranya adalan sebagai berikut:
1.
Dari segi
sifatnya:
a.
Komunikasi
lisan : komunikasi yang langsung berbicara.
b.
Komunikasi
tertulis : komunikasi yang melalui tulisan.
c.
Komunikasi verbal
: komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan.
d.
Komunikasi
nonverbal : komunikasi yang tersirat.
2.
Dari segi
arahnya:
a.
Komunikasi
ke atas : komunikasi dari bawahan ke atasan.
b.
Komunikasi
ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan.
c. Komunikasi
horizontal : komunikasi ke sesama manusia yang derajatnya / tingkatnya sama.
d.
Komunikasi
satu arah : Komunikasi tanpa ada timbal balik.
e.
Komunikasi
dua arah : komunikasi dengan adanya timbal bakik / saling berkomunikasi.
3.
Dari segi
lawannya:
a. Komunikasi
satu lawan satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama.
b.
Komunikasi
satu lawan banyak(kelompok) : berbicara antara satu orang dengan satu kelompok.
c.
Komunikasi
lawan kelompok : berbicara antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
4.
Dari segi
keresmiannya:
a.
Komunikasi
formal : komunikasi yang langsung resmi.
b.
Komunikasi
informal : komunikasi yang tidak resmi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar